Langsung ke konten utama

Sistem Informasi Manajemen



Annyeonghaseyo... Welcome back to my blog
Kali ini saya akan membahas apa itu pengertian SIM, Peranan manajer, dan level manajemen..
yukk langsung kita bahas aja 




Pengertian SIM (Sistem Informasi Manajemen)

Manajemen sendiri mencakup proses perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, pengarahan, dll dalam suatu organisasi. Sedangkan informasi dalam satu organisasi adalah data yang diolah sedemikian rupa sehingga memiliki nilai dan arti bagi organisasi/perusahaan.
Dengan ini, dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Manajemen/SIM merupakan sistem yang mengolah serta mengorganisasikan data dan informasi yang berguna untuk mendukung pelaksanaan tugas dalam suatu organisasi.

Berikut ini adalah pengertian SIM menurut beberapa para ahli:
  • Raymond McLeod Jr
Menurut Raymond pengertian Sistem Informasi Manajemen adalah suatu sistem berbasisi komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pengguna yang memiliki kebutuhan yang sama.

  • Nash dan Robert
Menurut Nash dan Robert, Sistem Informasi Manajemen adalah kombinasi dari user/orang, teknologi, media, prosedur, dan juga pengendalian yang memiliki tujuan tertentu.
  • James O'Brien
Menurut James, Sistem Informasi Manajemen adalah kombinasi dari setiap unit yang dikelola oleh user atau manusia, hardware, software, jaringan komputer, jaringan komunikasi data, database yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi tentang suatu organisasi.
  • Gordon B.Davis
Menurut Gordon, Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem yang terintegrasi antara manusia dan mesin yangg mampu memberikan informasi sedemikian rupa untuk menunjang jalannya operasional, manajemen, dan fungsi pengambilan keputusan didalam sebuah organisasi/perusahaan.


Peran Manajer dalam sebuah Perusahaan 

Di dalam suatu perusahaan tidak memiliki manajer maka bisa dipastikan bahwa perusahaan tersebut akan bangkrut karena proses manajemen dalam perusahaan tersebut tidak berjalan, walaupun sumber daya alat dan infrastrukturnya lengkap namun apabila tidak ada yang mengatur maka hal itu tidak akan ada artinya oleh karena itu peran manajer sangatlah vital. Berikut ini adalah ciri-ciri kepemimpinan yang komunikatif:

1. Seorang manajer harus memahami identitas dan khususnya karakter dari bawahannya, misalnya kemampuan komunikasinya, keagresifan dalam bertanya, kadar emosi bawahannya, dan pengetahuan tentang suatu masalah. hal ini menjadi penting karena untuk memperkecil distrosi informasi ketika manajer akan mendengarkan dan merespon ulang atau apresiasi yang disampaikan oleh bawahannya.
2. Seorang manajer harus memahami apa yang disampaikan bawahan termasuk dalam hal isi dan tujuan penyampaian aspirasi dengan semakin paham maka komunikasi akan semakin lancar sehingga tidak akan ada multitasfir yang akan menggaburkan komunikasi tersebut.
3. Selalu fokus dan penuh perhatian kepada karyawan yang menyampaikan pesan atau aspirasi, hal ini penting untuk memberikan empati tinggi sehingga karyawan atau bawahan akan merasa diperhatikan dan dihargai eksistensi dan usulannya.

Menjadi seorang manajer memang bukan perkara mudah, perlu bertahun-tahun pengalaman dan jam terbang serta bidang keilmuan yang mencukupi yang bisa menjadikan ia pantas disebut dan diangkat menjadi seorang manajer. Seorang manajer harus mampu untuk mengatasi masalah dan mampu untuk meramalkan kejadian yang terjadi bila sebuah keputusan diambil. Selain itu seorang manajer juga harus mampu untuk membangun pemahaman visi, misi dan tujuan perusahaan.

Level Manajemen


Umumnya manajemen mempunyai tanggung jawab dan tugas yang sama, yaitu melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan serta pengendalia. Tetapi jika dilihat dari sisi level atau tingkatan manajemen bisa dibagi kedalam tiga jenjang manajemen sesuai fungsi dan tugasnya, yaitu :

1. Manajemen Puncak (Top Level of Management)

Top Level of Management adalah tingkat manajemen yang paling atas dan memiliki otoritas tinggi pada sebuah organisasi perusahaan dan bertanggung jawab langsung kepada pemilik perusahaan. Contoh dari Top Level of Management adalah CEO(Cheif Executive Officer, GM(General Manager) atau yang sering pula disebut presiden direksi.

Tugas dari Top Level of Management:


  • Menentukan tujuan perusahaan.
  • Menyusun dan menetapkan rencana perusahaan.
  • Bertanggung jawab atas semua yang dilakukan oleh manajemen dibawahnya.
  • Mengatur manajemen yang berada dibawah posisi Top Level of Management.
  • Memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan.

2. Manajemen Tingkat Menengah (Middle Level of Management)
Middle Level of Management berada pada tengah-tengah hierarki pada sebuah perusahaan atau organisasi. Manajemen pada tingat ini bertanggung jawab terhadap kegiatan yang dilakukan oleh tingkatan manajemen yang lebih rendah dan bahkan terkadang terhadap beberapa karyawan operasionalnya. 

Contoh tingkatan Middle Level of Management:
  •  Kepala dapartemen atau HOD, meliputi manajer keuangan, manajer pembelian, dan manajer produksi.
  • Manajer cabang, meliputi kepala cabang unit.
  • Junior executive, meliputi asisten manajer pembelian, asisten manajer keuangan, dan asisten manajer produksi.

Contoh tugas dan peran Middle Level of Management:
  • Memberi saran atau rekomendasi seluruh kegiatan semua dapartemen yang ada.
  • Bertanggung jawab secara langsung kepada dewan direksi dan CEO perusahaan.
  • Mengkoordinasikan seluruh kegiatan semua dapartemen yang ada.
  • Mempunyai keterbatasan tanggung jawab dan wewenang karena manajemen Middle Level of Manajemen ini merupakan perantara manajemen puncak dengan manajemen yang lebih rendah.
  • Menjalankan perintah, kebijakan,, rencana yang telah disusun oleh Top Level of  Management.
  • Mempersiapkan rencana jangka pendek, umumnya disusun hanya untuk 1 hingga 5 tahun.
  • Membutuhkan keterampilan yang lebih manajerial serta teknis dan kurang membutuhkan keterampilannya yang sifatnya koseptual. 

3. Manajemen Lini Pertama (Low Level Management)
Low Level Management adalah tingkatan manajemen yang paling rendah dalam sebuah organisasi yang memimpin serta melakukan pengawasan terhadap tenaga-tenaga operasional pada sebuah perusahaan atau organisasi serta tidak membawahi manajer yang lain. Contoh dari Low Level Management adalah mandor atau pengawas atau sering disebut dengan supervisor.

Contoh kegiatan yang dilakukan manajemen pada tingkat ini:
  • Menginformasikan keputusan yang diambil oleh manajemen kepada para karyawan/pekerja, selain itu manajemen tingkat ini memberi informasi mengenai kinerja, hambatan/ kesulitan, perasaan, tuntunan ataupun hal lainnya dari para karyawan/ pekerja.
  • Mengarahkan dan mengendalikan keryawan atau pekerja.
  • Menyusun rencana harian, mingguan serta bulanan. Tidak menyusun rencana jangka panjang.
  • Menjaga hubungan yang baik antara manajemen tingkat menengah dan para pekerja.
  • Mengembangkan moral para karyawan.







Sumber:


https://www.maxmanroe.com/vid/manajemen/sistem-informasi-manajemen.html
https://wulansabti.wordpress.com/2013/10/16/peranan-manajer-dalam-mengelola-manajemen-informasi-di-dalam-perusahaan/
https://www.kembar.pro/2016/01/pengertian-fungsi-dan-contoh-sistem-informasi-manajemen.html
https://sleekr.co/blog/peran-penting-dan-tugas-manager-di-sebuah-perusahaan/
http://manajemensia.blogspot.com/2015/02/3-tingkatan-level-manajemen.html
http://nichonotes.blogspot.com/2015/02/tingkatan-manajemen.html



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Demografi Indonesia

Sejarah Demografi Indonesia Demografi Indonesia berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 memiliki jumlah penduduk sebesar 237.641.326 juta jiwa, menjadikan negara ini negara dengan  penduduk terbanyak ke-4 di dunia . Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah sehingga diproyeksikan pada tahun 2015 penduduk Indonesia berjumlah 255 juta jiwa hingga mencapai 305 juta jiwa pada tahun 2035. Pulau  Jawa merupakan salah satu daerah terpadat di dunia, dengan lebih dari 107 juta jiwa tinggal di daerah dengan luas sebesar  New York . Tingkat pertumbuhan populasi Indonesia antara tahun 2000 dan 2010 adalah sekitar 1.49 persen per tahun. Pertumbuhan tertinggi terjadi di propinsi Papua (5.46 persen), sementara pertumbuhan populasi terendah terjadi di propinsi Jawa Tengah (0.37 persen). Program Keluarga Berencana (KB) dikoordinasi oleh institusi pemerintah, yaitu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program KB dimulai pada tahun 1968 semasa pemerin...

Klasifikasi Gaya Kepemimpinan di Perusahaan

Holla, Welcome back to my blog Kali ini saya akan membahas tentang Klasifikasi Gaya Kepemimpinan di Suatu Perusahaan okehh langsung aja yaa kita mulai… Pertama-tama mari kita bahas apa itu gaya kepemimpinan Gaya kepemimpinan dapat diartikan sebagai penampilan atau karakteristik khusus dari suatu bentuk kepemimpinan ( Follet, 1940; dikutip dari Gillies, 1996 ). Telah disebutkan bahwa gaya kepemimpinan tersebut dipengaruhi oleh sifat dan perilaku yang dimiliki oleh pemimpin. Karena sifat dan perilaku antara seorang dengan orang lainnya tidak persis sama, maka gaya kepemimpinan ( leadership style ) yang diperlihatkanpun juga tidak sama. Bertitik tolak dari pendapat adanya hubungan antara gaya kepemimpinan dengan perilaku tersebut, maka dalam membicarakan gaya kepemimpinan yang untuk bidang administrasi sering dikaitkan dengan pola manajemen ( pattern of management ), sering dikaitkan dengan pembicaraan tentang perilaku. Dasar yang dip...

Business, E-Bussiness, dan E-Commerce

Annyeonghaseyo... Welcome back to my blog Kali ini saya akan membahas tentang E-Bussiness dan E-Commerce yukk langsung kita bahas aja yaa... Pengertian Bussines  Bisnis merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh perorangan maupun organisasi yang melibatkan aktivitas produksi, penjualan, pembelian, maupun pertukaran barang/jasa, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan atau laba. Kata "bisnis" berasal dari bahasa Inggris, yaitu "business" yang artinya kesibukan. Apa yang dimaksud dengan kesibukan adalah melakukan suatu aktivitas atau pekerjaan yang memberikan keuntungan pada seseorang. Tujuan dari semua bisnis adalah untuk mendapatkan laba dengan memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Berikut ini adalah beberapa tujuan bisnis, yaitu : Untuk memperoleh keuntungan dari kegiatan bisnis. Menciptakan lapangan perkerjaan bagi masyarakat. Untuk menunjukkan prestise dan prestasi. Untuk menunjukkan eksistens...